Sekda: Sungai Batanghari Tercemar Akibat PETI dan Limbah Pabrik

0
Sekda Provinsi Jambi, M Dianto (cr07/Serujambi.com)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Kondisi banyaknya perusahaan di bantaran Sungai Batanghari yang kerap membuang limbah. Selain itu, maraknya Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dari daerah huluan membuat air Sungai Batanghari tercemar marcury.
Dikatakan Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, Selasa (23/10/2018) saat membuka acara peningkatan kapasitas tim penyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Air Minum dan Penyerahan Lingkungan (AMPL) kabupaten tingkat Provinsi Jambi tahun 2018. Bertempat di Hotel Ratu.
Sekda mangatakan, sungai Batanghari saat ini sudah tercemar, oleh karena itu Pamsimas harus lebih teliti dalam mengelola peningkatan bahan baku air minum yang akan disalurkan ke masyarakat.
“Kegiatan sanitasi ini harus digerakkan, disosialisasikan kembali karena ini akan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Sekda, pertemuan kali ini merupakan hal yang penting untuk membahas Pembangunan dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Selain itu, juga bertujuan mempercepat pencapaian universal Akses atau 100 persen akses air minum. Dan akses Sanitasi yang layak pada tahun 2019.
Dijelaskan M Dianto, penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum dan sanitasi pada wilayah kabupaten merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten perlu memiliki kebijakan, strategi, program/kegiatan, dan investasi agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna mencapai target RPJM tahun 2019.
Koordinator Pamsimas Provinsi Jambi, Meding Mahadana mengatakan, dirinya yakin bahwa pengelolaan peningkatan bahan baku air minum disetiap pedesaan pada tahun 2019 terealisasi 100 persen.
” Kota tidak dapat Pamsimas, masyarakat pedesaan jadi berbasis masyarakat, setiap desa nantinya dapat mengakses 100 persen dan ini tujuan kita,” tegasnya.(cr07/den)
Loading Facebook Comments ...
loading...