‘Si Baret Merah’ Rebut Hati ‘Jenderal 08’

0
Arsal Apri
Arsal Apri saat koordinasi dengan KPU. (Antoni Rozi/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Kerinci – Banyak yang menilai background Arsal Apri, yang merupakan pensiunan TNI dari Kesatuan ‘baret merah’ dengan pangkat terakhir Letnan Satu Koppassus. Jalur inilah yang dinilai merupakan kunci merebut hati ‘Jenderal 08’ Sebutan H Prabowo Subianto semasa menjabat sebagai Danjen Koppassus.
Setelah pensiun dari TNI di tahun 2013, Arsal beberapa tahun kemudian masuk ke Partai Gerindra besutan H prabowo Subianto. Mereka memiliki dasar yang sama yakni militer.
Berkarir di politik, Arsal sukses terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kerinci Periode 2014 – 2019.
Menurut Zainal Abidin dipilihnya Arsal Apri mendampinginya, faktor utamanya adalah seorang TNI yang mana mempunyai disiplin yang tinggi dan tegas juga terbiasa di lapangan.
“Beliau kita pilih dikarenakan basic beliau adalah seorang tentara, yang kita anggap cocok untuk berpasanagn dengan kita, kita mengetahui bahwa seorang wakil banyak di pengawasan sehingga cocok berpasangan dengan kita,” ujarnya.
Menurut Zainal, Arsal juga seorang kader partai yang aktif sampai saat ini masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Kerinci. “Jadi dua faktor ini yang saya yakin sangat cocok bersama saya dalam menjajaki Pilkada Kerinci,” ungkap Zainal.
Sementara itu, Peniliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli, juga menilai bahwa jalur militerlah yang membuat Prabowo mendukung Arsal.
“Kedekatan sosiologis tentu Arsal mendapatkan hati Prabowo, jika dibandingkan dengan kandidat lain,” ujar Hadi.
Selain itu, juga ada faktor perhitungan dari Gerindra. Jika tetap memaksakan untuk mencalonkan Monadi, Gerindra tidak mendapatkan posisi strategis. “Tentu hitung-hitungannya ada PDIP ada di situ, apalagi PDIP di Monadi sudah ada Edison yang merupakan calon wakil,” ujarnya.
Apalagi sambung Hadi, ajang Pilkada 2018 ini merupakan pemanasan untuk menatap Pilpres 2019, jadi memang Gerindra tentu membangun kekuatan di internalnya untuk menyongsong Pilpres. Berkaca kepada scenario hasil pendaftaran hari ini boleh dihitung koalisi yang terjadi antara PDIP dan Gerindra. Apalagi untuk Pilkada Provinsi Jambi, Gerindra sama sekali tidak yang membangun koalisi dengan PDIP.
“Jadi jika Gerindra atau PDIP tidak mendapatkan posisi strategis maka mereka membuat poros baru. Contohnya nyata di Kota Jambi dan Kerinci saat ini,” pungkasnya.(rzi/hry)
Loading Facebook Comments ...
MEDIA PARTNER: