Soal Parodi di Acara KPU, SAH: Tidak Ada yang Perlu Dipersoalkan, Ganti Presiden Itu Hak Konstitusi

0
Sutan Adil Hendra
Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra
SERUJAMBI.COM, Jambi – Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH) angkat bicara terkait dengan insiden teriakan ‘ganti presiden’ di Acara Pagelaran Seni dan Budaya yang digelar oleh KPU Provinsi Jambi pada Sabtu (21/4/2018).
Meski persoalan ini berbuntut panjang dengan dilaporkannya KPU Provinsi Jambi ke Bawaslu oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP. Menurut SAH, persoalan ini tidak ada masalah karena pada Pilpres maupun Pileg 2019 itu pasti ada namanya pergantian baik Legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden.
“Jadi seharusnya tidak ada perlu yang dibesarkan-besarkan sehingga menjadi polemik. Ganti presiden itu hak konstituen kok, tidak ada yang salah,” ujar SAH, saat dibincangi serujambi.com, Senin (23/4/2018).
Kata SAH, jika dikatakan ‘ganti presiden’ merupakan pelanggaran. Seharusnya yang menyatakan pelanggaran itu harus lebih jeli lagi dan memahami aturan yang ada.
“Kan tidak ada adik-adik seniman itu menyebutkan nama. Hanya meneruskan ‘Ganti Presiden’ saya kira itu juga suara dari arus bawah,” jelas SAH.
Apalagi sambung SAH, pada acara kemarin bertemakan ‘seni budaya kearifan lokal’. Dalam konteks seni itu semua seniman memiliki kebebasan dalam berekspresi.
“Itu adik-adik seniman dari Gerindra, mungkin mereka merasakan bahwa selama ini memang tidak ada perubahan di Indonesia. Ekonomi kian terpuruk, harga bahan pokok terus meningkat dan lapangan pekerjaan minim. Karena mereka merasakan itu semua, ya mereka buat tema pentas seni mereka ada ganti presidennya. Itu sah-sah saja,” papar SAH.
Sementara, soal KPU Provinsi Jambi yang ‘mengkambing hitamkan’ Gerindra atas insiden tersebut. SAH menyikapi dengan santai. Katanya, KPU harus objektif dalam melihat persoalan ini, tidak bisa mendiskreditkan Gerindra.
“Walau begitu, kita tetap mengapresiasi KPU Provinsi Jambi dengan acara-acara yang diagendakan. Proses sosialisasi kita sangat terbantu,” ujar SAH.
“Yang jelas, Gerindra adalah partai yang berpedoman kepada suara rakyat. Karena rakyat Indonesia adalah pemegang saham utama dalam demokrasi. Apa kehendak rakyat itulah pedoman kita,” pungkasnya. (hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: