Soal Penahanan Zumi Zola, KPK: Kami Masih Fokus Teknis Penyidikan

0
Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. (ist)
SERUJAMBI.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih akan memeriksa Gubernur Zumi Zola atas kasus yang tengah membelitnya, dugaan gratifikasi senilai Rp 6 miliar atas sejumlah proyek di Jambi.

BACA JUGA: Dua Aktor Pembagi Uang Suap RAPBD Segera Dihadirkan di Persidangan

Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, penyidik komisi antirasuah masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap sejauh mana peran Zumi Zola atas kasus tersebut.
“(Pemanggilan) sebagai tersangka atau sebagai saksi sedang diproses jadwalnya. Nanti kita sampaikan informasi lebih lanjut,” ujar Febri di gedung KPK, akhir pekan ini.

BACA JUGA: Senin, Nama-nama Anggota DPRD Provinsi Jambi Penerima Suap Bakal Terungkap

Disinggung mengenai status Zumi Zola yang sudah tersangka belum juga ditahan, Febri mengatakan, saat ini penyidik masih fokus pada hal-hal yang sifatnya teknis penyidikan.
“Tentu sudah dihitung (pemeriksaan dan penahanan), tapi ada pertimbangan dari penyidik. Dan saat ini kami fokus pada hal-hal sifatnya teknis penyidikan,” kata Febri.
Diterangkan, penyidik memiliki strategi khusus dalam memanggil atau pun memeriksa para tersangka. Sehingga, banyak hal yang dipertimbangkan KPK dalam mengusut setiap perkara korupsi.
Sebagaimana diketahui, KPK mengumumkan Gubernur Zumi Zola dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Arfan, sebagai tersangka. Keduanya, ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp 6 miliar.
Zumi Zola dan Arfan diduga kuat ‘memalak’ sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi. Uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai ‘uang ketok’ agar DPRD Provinsi Jambi memuluskan RAPBD Jambi tahun anggaran 2018.(san)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: