Syahbandar dan LASDP Sebabkan Penumpang Terlantar

Larang Kapal SB Kurnia Berlayar

0
Puluhan penumpang terlantar di pelabuhan.
Puluhan penumpang terlantar di pelabuhan. (Rolies/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Aktivitas lalu lintas jalur laut di Pelabuhan LASDP Kuala Tungkal kemarin (18/1/2018) siang terganggu. Pihak Syahbandar dan LASDP melarang perahu SB Kurnia rute Kuala Tungkal-Guntung- Batam untuk berangkat. Dampaknya puluhan penumpang terlantar di pelabuhan.
Suasana di pelabuhan sekitar pukul 13.00 WIB sempat memanas. Pasalnya penumpang merasa ditelantarkan oleh pihak pengelola kapal yang terkesan tak bertanggung jawab. Penumpang pun menuntut ganti rugi atau diberangkatkan dengan kapal lain.
“Kalau tidak bisa berangkat coba dijelaskan dari tadi. Ini sudah tiga jam menunggu baru dikasih tau. Kita kan juga punya janji kegiatan disana,” ujar Zulkifli, salah satu penumpang.
Hingga siang, para penumpang juga belum diberikan penjelasan dari pihak pengelola atau agen kapal. Sedangkan pihak Syahbandar bandar bersikukuh melarang kapal tersebut untuk berangkat . Salah  seorang penumpang SB Kurnia tujuan Pulau Burung mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab atas pembatalan ini.
“Jadwal keberangkatan Pukul 10.00 Wib, tapi ini sudah pukul 11 lewat belum juga berangkat. Kita minta pihak perusahaan bertanggung jawab. Dan saya berharap, hari ini tetap bisa diberangkatkan. Jam berapa pun itu,” sebut Dirman.
Menurut Ruslan nahkoda kapal cepat‎ SB Kurnia, alasan Kantor Syahbandar melarang SB Kurnia belayar, dikarenakan sertifikat keselamatan belayarnya sudah mati. Jadi diminta harus diurus kembali.
“‎Saya juga merasa heran, masa berlakukannya sertifikat keselamatan belayar tertulis tanggal 18 Januari (hari ini, red). Dan menurut saya yang tidak mengerti hukum ini, itu masih berangkat. Karena itu baru besok matinya, artinyakan hari ini masih bisa belayar,” ungkapnya.
Ruslan juga mengatakan, bahkan pihaknya telah melakukan dokking kapal sebelum massa berlaku sertifikat keselamatan persyaratan dokking habis. Selain itu, speedboat ini saja baru kemarin turun dari dock.
“Tapi menurut Pak Andy, salah seorang petugas Syahbandar menyebutkan jika melakukan docking sebelum masa berlaku sertifikat keselamatan habis, maka hal tersebut secara otomatis menggugurkan sisa ‎masa berlakunya. Nah, saya mau tanya dan ketemu langsung sama pak Andy. Mau minta di tunjukan aturan hukumnya,” tukasnya.
Terkait hal ini, Andy, petugas KSOP Syahbandar, mengaku jika pihaknya memang telah menghentikan keberangkatan SB Kurnia. Menurutnya, sebagai seorang nakhoda haruslah paham terhadap aturan pelayaran yang berlaku. Jika ada dokument‎ yang sudah mati, dia  berhak menolak keberangkatan tersebut. Hal itu juga telah diatur dalam undang-undang, yaitu UU 17 pasal 138 tentang aturan pelayaran.
“Ya. Sudah bisa dipastikan speedboat itu tidak bisa berangkat. Nah, kalau soal penumpang yang beli tiket, itu urusan mereka,” tukasnya.
Akibat kekisruhan tersebut penumpang baru bisa diberangkatkan pada sore hari. Setelah pihak agen menggunakan jasa speedboat lain.(iis/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: