Tak Transparan, Warga Segel Kantor Desa di Sungai Penuh

0
SERUJAMBI.COM, Sungaipenuh – Warga Desa Kampung Diilir Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh melakukan penyegelan Kantor Kepala Desa, Rabu (3/1/2017), pukul 21.30 WIB. Hal itu dilakukan atas dasar bentuk protes yang dilakukan warga setempat atas kinerja kades desa Diilir tersebut yang tidak transparaan kepada masyarakat.
Selain itu, penyegelan yang dilakukan mereka karena pihak kades itu sendiri menolak akan diadakannya Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Hamparan Rawang yang mana pada tahun ini dilaksanakan di desanya sendiri
Salah satu warga Dirman, mengatakan, bahwa aksi penyegelan yang dilakukan warga alibat lambannya respon Pemkot melalui Inspektorat atas laporan warga beberapa waktu lalu.
“Tertanggal 7 Desember 2017 lalu kita telah lakukan pengaduan untuk segera di usut dan diberhentikan Kades Darmadi tersebut,” jelasnya
Dirinya menambahkan, bahwa selama ini warga telah lama menyimpan kekecewaan terhadap kinerja Darmadi tersebut yang tidak transparan dalam pengelolan  dana desa dan dibatalkannya MTQ di Desanya.
“Pengelolaan dana desa tidak transparan dan juga dibatalkannya MTQ gara-gara dana hanya sekitar Rp 15 juta saja, kita juga tidak puas dengan kinerja Inspektorat yang mana telah kita laporkan akan tetapi tidak ditanggapi oleh mereka,” kesalnya.
Lanjutnya, bulan Desember yang lalu adalah laporan kedua, sebelumnya warga  pada tanggal 2 Oktober 2017 juga pernah melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan Kades Darmadi ke Pemkot Sungai Penuh, dengan membubuhi 238 tanda tangan warga termasuk pemuda.
“Pemkot menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan ini dalam tempo satu bulan, namun sudah dua bulan berlalu tidak ada pergerakan dari Pemkot Sungai Penuh,” sindirnya.
Iptu Iswanto, Kapolsek Air Hangat Timur membenarkan adanya penyegelan Kantor Kepala Desa Kampung Dilir Rabu (3/1/2018) dini hari. Kata dia, atas kejadian tersebut pihaknya langsung turun ke lokasi untuk lakukan mediasi dengan warga. Akan tetapi, setelah lakukan musyawarah mereka langsung menyegel kantor desa dengan menggunakan kayu.
“Ya kita di lokasi malam tadi, lakukan mediasi, Ini sebagai bentuk protes mereka kepada Pemkot Sungai Penuh yang tidak menanggapi laporan masyarakat terkait adanya penyelewengan dana desa yang dilakukan kades,” sebutnya.
Camat Kecamatan Hamparan Rawang, Sev Eka  Putra, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil yang bersangkutan atas dasar laporan warga tersebut, akan tetapi kades tersebut malah menjauhi masyarakat sehingga klimaksnya malam tadi terjadi penyegelan kantor desa, “Telah lakukan pembinaan terhadap kades tersebut, namun tidak juga bisa berubah,” Jelasnya.
Dirinya menambahkan, untuk saat ini dirinya menyerahkan permasalahan ini ke pihak Pemkot  Sungai Penuh untuk menindaklanjuti permasalahan ini. “Kita akan limpahkan ke Pemkot Sungai Penuh untuk dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Inspektorat Kota Sungai Penuh, Suhatril menjelaskan jika menyangkut permasalahan interent desa itu bukan merupakan wewenang pihaknya, apalagi untuk pemberhentian kades bukan merupakan wewenang pihaknya melainkan pihak Pemdes. “Kalau untuk proses pemberhentian Kades kita ikut, tapi untuk memberhentikannya kita tidak memiliki wewenang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintah Desa, Zaini berkilah dirinya menyampaikan belum adanya informasi yang didapatnya terkait permasalahan tersebut.  Jika menyangkut pengelolaan dana desa bisa dijelaskannya, akan tetapi terkait permasalahan interent dirinya menyerahkan ke Kadis Pemeritahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat.
“Kalau masalaha dana desa bisa saya jelaskan, kalau masalah interent langsung hubungi Pak Kadis saja, saya tidak berani berkomentar masalah itu,” kilahnya.
Terkait dana MTQ, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan sebagai kesalahan, jika ada adi anggar kan di APBDes kalau tidak ada tidak bisa di gunakan. “Kalau memang ada dalam APBDes diberikan, kalau tidak ya tidak boleh,” pungkasnya. (rzi/usa)
Loading Facebook Comments ...
loading...