Tambang Minyak Ilegal Merebak, Walhi Meradang

0
penambangan minyak ilegal
Salah satu lokasi penambangan minyak ilegal di Bajubang Kabupaten Batanghari. (Antara Foto)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Tambang minyak ilegal akhir-akhir ini kian marak di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Karena itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi meradang. Walhi meminta pemerintah terkait segera bertindak tegas.
BACA JUGA: Ini Penyebab Terbakarnya Sumur Minyak Ilegal
Laman brandanews.co.id (media partner Serujambi.com) melaporkan, Direktur WALHI Jambi Rudiansyah menilai, hingga saat ini belum ada sikap tegas baik dari Pemerintah Provinsi Jambi, Polda Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk menghentikan aktivitas pengeboran minyak illegal tersebut.
Akibatnya, terang Rudiansyah, aktivitas pengeboran minyak illegal itu menjadi penyebab kerusakan lingkungan secara masif. Bahkan, dampak lain yang timbul dari aktivitas pengeboran minyak menjadi ancaman yang cukup membahayakan pekerja pengeboran minyak illegal karena tidak memiliki safety.
“Tidak sedikit tenaga kerja pengeboran minyak illegal yang sudah menjadi korban , dan belum lagi dampak lain seperti kerusakan terhadap lingkungan,” kata Rudiansyah.
BACA JUGA: Terobos Tambang Minyak Ilegal, Polisi Tangkap Sembilan Pelaku
Selain itu, Direktur WALHI Jambi Rudiansyah mengungkapkan, terkait maraknya aktivitas pengeboran minyak illegal yang terjadi di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, tidak saja terhadap kerusakan lingkungan maupun ancaman bahaya terhadap pekerjanya, di sisi lain negara juga mengalami kerugian yang cukup besar akibat pengeboran minyak illegal itu.
WALHI Jambi, terang Rudiansyah, secara tegas meminta agar Pemerintah Provinsi Jambi, Polda Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk menghentikan aktivitas itu sebelum timbulnya kerugian yang cukup besar.
Seperti diberitakan sebelumnya, tercatat sedikitnya terdapat ratusan sumur minyak illegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, sementara itu minyak mentah yang diproduksi dipasarkan secara gelap.

Harga Tanah Naik

Untuk diketahui, sejak ilegal drilling marak, harga tanah di kawasan Bajubang menjadi naik. Bahkan, pelaku penambang minyak ilegal tak segan-segan menawar tanah kepada masyarakat setempat.
“Kebun karet Bapak pernah ditawar dengan harga tinggi, tapi Bapak dak mau jual,” ungkap Wani, warga Jambi asal Bajubang, beberapa hari lalu.
Menurutnya, pelaku penambang minyak ilegal tidak memiliki rasa takut sama sekali dengan aparat. Meski sudah berkali-kali dirazia dan ditangkap, tetap saja sampai saat ini banyak penambang minyak ilegal lalu-lalang ke desanya.
“Mereka bahkan berani bayar mahal untuk sekadar sewa tanah supaya bisa disedot minyak di bawahnya,” tambahnya.
Hingga saat ini, penambang ilegal masih marak terjadi di kawasan Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.(lim)
Loading Facebook Comments ...
loading...