“Tembak, Tembak!”, dari Rekonstruksi Pembunuhan Pedagang Pecel Lele

0
Rekonstruksi pembunuhan pedagang pecel lele di Mestong, Muarojambi.
Rekonstruksi pembunuhan pedagang pecel lele di Mestong, Muarojambi.
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Rekontruksi pembunuhan Yanto (35), akhirnya digelar oleh Sat Reskrim Polsek Mestong bersama kejaksaan, di Mapolsek Mestong. Itu dikarenakan tempat kejadian perkara (TKP) sudah kosong dan tidak ada lagi warung.
Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku, Devri (25), warga Desa Sungai Bertam, RT 02 , Kecamatan Jaluko, Muarojambi, memperagakan 14 adegan. Setiap adegan tergambar jelas runtutan kejadian mulai dari korban Yanto yang sedang tidur hingga tewas ditembak oleh pelaku Devri.
Pada adegan awal digambarkan pada Rabu 29 Mei 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku Devri dan Pen datang ke warung pecel lele dengan mengendarai sepeda motor metik. Pen menanyakan keberadaan Yanto kepada Fahri yang merupakan pegawai Yanto.
“Saat itu dijawab Fahri, mas Yanto sedang tidur. Kemudian kami langsung meninggalkan warung tersebut,” cerita Devri saat rekonstruksi, Kamis (9/8/2018).
Pada adegan berikutnya, sekitar pukul 00.00 WIB, Devri dan Pen datang lagi ke warung korban. Saat berada di warung tersebut, ada tiga orang datang dan kemudian satu orang  mengenal Devri dan berkata “Bang Dev”. Devri langsung mengusir ketiga orang tersebut.
Begitu ketiganya meninggalkan warung itu, Devri dan Pen mengikat tangan dan kaki serta melakban Fahri, pegawai Yanto. Selanjutnya, Devri dan Pen masuk ke dalam warung, sementara korban sudah bangun dan langsung berdiri. Saat itu juga Pen memegang tangan korban dan meminta kunci motor kepada korban.
Korban berontak dan memukul kepala Devri hingga Devri mundur dengan posisi mengarahkan senjata api ke arah korban. Pen langsung menghardik Devri, “tembak-tembak!” kata Pen.
Devri langsung menembak dada bagian kiri korban. Sehingga korban terjatuh bersimbah darah di warung itu.
Saat korban tak bernyawa lagi, Pen memutar motor koban. Tetapi motor korban terkunci stang sehingga Pen meninggalkan motor itu dan mengambil dompet korban.
Kasmiran, istri koran yang mendengar suara ribut-ribut di bawah, berencana turun. Tetapi langkahnya terhenti ketika Devri menghardiknya. “Jangan turun, nanti ku tembak,” kata Devri.
Usai melaksanakan pembunuhan itu, Devri keluar dari warung itu sambil memecahkan kaca meja kasir dengan cara menendang laci meja. Setelah itu kedua pelaku melarikan diri ke arah Jambi.
Kapolsek Mestong, AKP La Ode, mengatakan, proses rekonstruksi ini sengaja dilaksanakan agar penyidik lebih jelas melihat kejadian pembunuhan tersebut.
Sementara, atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 pencurian dengan kekerasan dan pasal 338 perbuatan sengaja yang telah terbentuk tanpa direncanakan terlebih dahulu.
“Ancaman hukuman seumur hidup dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya.(don7)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: