Terpantau Empat Titik Hotspot Palsu

0
Hotspot
Ilustrasi. (Rizki/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Muarabulian РSelama Januari hingga Juli 2018 ini tercatat 18 hotspot di Kabupaten Batanghari. Jumlah itu merupakan hasil pantauan satelit selama tujuh bulan terakhir ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Batanghari, Kuswara, mengatakan, jumlah hotspot tersebut seluruhnya firespot, karena ada beberapa ternyata hotspot palsu.
“Saat ini tren hotspot di Batanghari mulai memuncak, periode Januari-Juli terpantau 18 hotspot. Bahkan di Desa Bungku saja dalam satu hari bisa muncul tiga hotspot. Namun, hotspot tersebut belum tentu firespot. Bisa juga hotspot palsu, hotspot palsu ini berasal dari pantulan panas. Kecanggihan satelit bisa memantau panas 39.” katanya.
Dikatakannya, empat titik hotspot palsu tersebut berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Muara Bulian, dua titik, Kecamatan Bajubang dan kecamatan Muara Tembesi.
“Hal tersebut setelah kita cek tidak firespot, hotspot mungkin dari pantulan panas dari atap rumah warga atau pantulan panas dari Sungai Batanghari,” ungkapnya.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan, lanjutnya, menjadi skala priositas, terlebih di kawasan gambut.
Sementara Batanghari tidak memiliki area gambut yang luas. Kasus kebakaran lahan gambut, seluas 2 hektar. Dari jumlah itu, 1,57 hektar berhasil dipadamkan petugas.
“Gambut di Batanghari kedalamannya sekitar 50 cm. Karena wilayah kita termasuk wilayah mineral, sehingga proses pemadaman tidak membutuhkan waktu lama,” terangnya.
Dengan terbitnya, surat keputusan Bupati Batanghari tentang status siaga karhutla, segera mengaktifkan empat posko terpadu. Dan melibatkan masyarakat peduli api (mpa) yang tersebar di empat desa, yakni Desa Jangga Baru 2 kelompok, Desa Jebak 1 kelompok, Desa tenam 1 kelompok mpa, dan Desa Sridadi 1 kelompok.
“Setelah usulan status disetujui dan diterbitkan SPT, maka ini menjadi agenda bersama instansi terkait, Manggala Agni, BPBD, Kepolisian, dan TNI. Kita sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Empat posko itu dibenuk, setelah melihat tren pada tahun lalu hanya dua hotspot. Sementara 2018, terdapat 18 hotspot,” jelasnya.
Dengan luas wilayah kerja, Manggala Agni membagi 30 personil menjadi 2 regu yang secara bergantian melakukan patroli. Sementara peralatan pemadaman stanby di kantor, kendaraan slip on, mobil tangki air, mesin induk 2 unit dan mesin kecil 5 unit.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...