Timsel Bawaslu Provinsi Dapat Pembekalan Soal Gratifikasi

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) membekali pengetahuan tentang gratifikasi kepada anggota tim seleksi Bawaslu provinsi penambahan di 72 provinsi masa jabatan 2018-2023, di Jakarta, Sabtu.
Ketua Bawaslu RI, Adhan, mengatakan, pihaknya menginginkan tim seleksi dapat bekerja optimal, dan tidak meninggalkan permasalahan setelah menyelesaikan tugas-tugasnya.
Ia mengingatkan anggota tim seleksi tidak berhubungan dengan calon anggota Bawaslu provinsi.
“Banyak materi pembekalan yang akan diberikan. Selain pengetahuan soal gratifikasi, besok juga akan dijelaskan tentang pedoman tim seleksi yang sudah kami susun,” ujarnya.
Achmad Syaichu, pemateri dari Bawaslu RI, mengatakan menerima atau memberi barang kepada ASN atau penyelenggara kegiatan negara melanggar UU Nomor 20/2001. Tim seleksi dimaknai sebagai penyelengara negara karena seluruh aktivitas penyeleksian menggunakan anggaran negara sehingga tidak boleh menerima uang atau barang.
Barang yang boleh diterima tidak boleh melebihi Rp1 juta, termasuk kalau ditraktir makan. Namun sebaiknya tim selekai menolak pemberian barang atau uang dari pihak-pihak yang berkepentingan karena dipastikan memiliki kepentingan tertentu.
“Kalau menerima uang atau barang seharusnya dilaporkan kepada KPK paling lama 30 hari,” ucapnya.
Untuk memperkuat larangan gratifikasi tersebut, Bawaslu RI telah memiliki Peraturan Bawaslu Nomor 6/2015.(fok/ant)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: