Via Vallen-Nella Minta Undur Diperiksa Kasus Kosmetik Ilegal

0
Via Vallen dan Nella Kharisma. Keduanya terseret kasus kosmetik ilegal.
Via Vallen dan Nella Kharisma. Keduanya terseret kasus kosmetik ilegal.
SERUJAMBI.COM – Artis Via Vallen dan Nella Kharisma tak hadir saat pemanggilan di Polda Jatim untuk kasus penjualan produk kecantikan secara ilegal. Alasan polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Via Vallen dan Nella lantaran keduanya di-endorse oleh perusahaan Derma Skin Care atau DSC Beauty.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan, polisi telah mendapatkan surat dari pengacara kedua artis itu terkait ketidakhadirannya dalam pemeriksaan Rabu (12/12/2018).
BACA JUGA: Tewas Tersambar Petir, Ponsel yang Dimainkan Salsabila Masih Menempel di Pipi
“Sudah ada komunikasi dari kuasa hukum VV (Via Vallen) dan NK (Nella Kharisma),” kata Barung saat dihubungi Suara.com (media partner Serujambi.com).
Berdasar surat yang diterima polisi, kedua artis itu meminta agar pemeriksaannya dijadwalkan ulang pada pekan depan.
“Ada permintaan pengunduran jadwal pemanggilan yang disampaikan ke kita. Jadi pekan depan antara tanggal 17 atau 18 Desember 2018 baru bisa hadir di Polda Jatim,” jelas Barung
Namun sayang, mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu tidak menjelaskan detail alasan VV dan NK tidak hadir pada pekan ini.
“Katanya untuk minggu ini ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal, untuk itu mereka janji oekan depan,” pungkas Barung.
BACA JUGA: Mobil Dinas Camat Jangkat Masuk Sungai, Tiga Penumpang Tewas
Sebelumnya, Polda Jatim memanggil tujuh artis yang menjadi endorse produk kecantikan oplosan bermerek Derma Skin Care atau DSC Beauty.
“Minggu depan kita akan melakukan pemanggilan para artis untuk menjadi saksi,” jelasnya, Kamis (6/12/2018).
Tujuh artis perempuan yang ditunjuk dalam kasus kosmetik ilegal itu melalui media sosial Instagram adalah VV, NR, OR, MP, NK, DK, dan DJB. Terkait endorse itu, ke tujuh artis mendapat upah sebesar Rp 300 juta per bulan.
Dalam kasus ini, Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL. Kosmetik tersebut diproduksi di rumah KIL di Kediri dengan merek yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bisnis komestik ilegal itu telah digeluti tersangka selama dua tahun.
Dalam perkara ini, KIL dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.(lim)
Loading Facebook Comments ...
loading...