Warga Parit Pudin Kesulitan Dapatkan Gas 3 kg

0
Ilustrasi Warga yang sedang mengantre membeli Elpiji. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Masih minimnya keberadaan pangkalan gas menyebabkan masyarkat kesulitan mendapatkan gas subsidi. Seperti misalnya yang terjadi di Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan.
BACA JUGA: Setubuhi ABG, Kakek di Batanghari Ditangkap Polisi
Disana tidak ada pangkalan gas sama sekali. Warga terpaksa membeli gas sampai ke daerah pembengis dan Kota Kualatungkal. Sementara jika ada, itu hanya di warung. Harganya pun cukup tinggi, yaitu bisa mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu.
Heri, salah satu warga disana mengaku, memang untuk mendapatkan gas 3 kg cukup sulit. Kebanyakan masyarakat bergantung pada ketersediaan gas di warung. Meskipun harganya lebih mahal dari pangkalan, namun karena sangat butuh maka tetap dibeli.
“Terkadang malah dak ada. Jadi harus nyari sampai ke Tungkal,” ujarnya.
Selain di Parit Pudin, menurut Dilakukan, warga lainnya, beberapa desa disana juga banyak yang masih kesulitan mendapatkan gas. Tak heran jika mendengar ada gas di Tungkal, mereka langsung menyerbu untuk mendapatkan gas.
“Kita berharap, disini ada yang bangun pangkalan gas, jadi masyarakat kecil seperti kami bisa dapat gas murah dan nyarinya tidak jauh,” harapnya.
BACA JUGA: MYA: Saya Puas Kalau Lihat Video Bugil Mantan Pacar
Seperti di ketahui, di Kota Kualatungkal, keberadaan gas 3 kg juga cukup langka. Masyarakat juga kerap kesulitan mendapatkan gas. Bahkan menurut warga, terkadang gas di pangkalan bisa habis dalam semalam. Begitu malam tiba, paginya gas di pangkalan sudah habis. (Iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: