22 Warga SAD Batanghari Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

0
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batanghari Zaharudin AK dan disaksikan oleh Bupati Batanghari Syahirsah memimpin prosesi pengislaman warga SAD.

Seru Jambi, Muarabulian – Sebanyak 22 orang warga Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukim di Desa Padang Kelapo Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Jum’at.

Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat oleh warga SAD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batanghari Zaharaduin AK pada, Kamis (11/04). Dengan disaksikan Bupati Syahirsah, secara bergantian Zaharaudin AK membimbing warga SAD tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat.

Rentang usia warga SAD yang masuk islam tersebut cukup bervariasi, mulai dari usia sembilan tahun hingga 48 tahun. Warga SAD tersebut berasal dari beberapa Kepala Keluarga (KK).

Adapun nama-nama warga SAD yang masuk islam tersebut yakni, Muring, Neduh, Nembai, Candak, Ngulam, Nyutut, Melampir, Guyang, Ngukur, Merdam, Normal, Ngalu, Besawang, Tegu, Maris, Nyilat, Nginda, Nyelai, Bungo Suaro. Ngadem, Muasam dan Nganggul.

Bupati Batanghari Syahirsah mengatakan, terdapat 715 KK warga SAD di daerah itu. Dengan jumlah jiwa sebanyak 3.283 jiwa. Warga SAD tersebut tersebar di lima kecamatan dan sembilan desa yakni di Desa Muaro Singoan, Singkawang, Bungku, Pompa Air, Jebak, Hajran, Bulian Baru, Jangga dan Desa Padang Kelapo.

“Masing-masing warga SAD tersebut ada yang dipmpin oleh temenggung dan ada yang dipimpin oleh ketua adat,” kata Bupati Syahirsah.

Pengislaman warga SAD tersebut dilakukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Batanghari dalam rangka kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi. Usai prosesi pengislaman warga SAD dilakukan, warga SAD tersebut diberikan bantuan berupa bibit tanaman, hewan peliharaan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

“Harapannya bantuan yang diberikan kepada warga SAD tersebut dapat bermanfaat bagi warga SAD, terutama untuk menghidupi keluarganya,” kata Syahirsah. (riz)

Loading Facebook Comments ...
loading...