Bandar Sabu Sengkati Baru Diringkus BNNK Batanghari

0
Bandar Sabu Sengkati Baru Diringkus BNNK Batanghari. Foto: Rizki/Serujambi.com
Bandar Sabu Sengkati Baru Diringkus BNNK Batanghari. Foto: Rizki/Serujambi.com

Seru Jambi, Muarabulian – Lukman Hakim warga RT 01 Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari di kediamannya.

BACA JUGABuang Sampah Sembarangan, 2 Pemuda Didenda Rp 3 Juta

Pasalnya, pria yang keseharian bekerja sebagai wiraswasta tersebut nekat mengedarkan Narkoba jenis sabu di wilayah sekitar tempat tinggalnya.

Berdasarkan konferensi pers yang disampaikan Kepala BNNK Batanghari Kompol M Zuhairi, mengatakan, tersangka diamankan di Jalan PT Asian Agri, Desa Sengkati Mudo, Kecamatan Mersam, sekitar pukul 17.00, Kamis (7/2/2019).

Penangkapan tersangka tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat bahwa di kediaman tersangka sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

“Tak hanya mengedarkan, pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu juga melayani pelanggan menggunakan sabu di tempat kejadian. Tidak semua pelanggan bisa menggunakan sabu di TKP, hanya orang-orang tertentu dan menggunakan sandi khusus,” ungkap Kompol M Zuhairi, Selasa (12/2/2019).

Dikatakannya,Sasaran tersangka dalam mengedarkan narkoba jenis sabu ini diantaranya para pekerja parusahaan, seperti sopir truk. Aktivitas para sopir dan pekerja perusahaan tersebut berada tak jauh dari kediaman tersangka Lukman Hakim.

“Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti 4 ji sabu, senilai Rp 6 juta, masing-masing 2 paket sedang diduga sabu dalam plastik bening, satu paket diduga sabu, uang tunai Rp 650 ribu, sendok plastik dari pipet sebagai alat takar sabu. Dan beberapa unit handphone berbagai merek,” ujarnya.

Dikatakannya pula, tersangka dan barang bukti kini sudah diamankan di BNNK Batanghari untuk menjalani proses hukum. Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait modus dan jaringan tersangka.

“Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang No 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara Delapan Tahun,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Lukman Hakim mengatakan, dirinya sudah satu tahun terakhir menggeluti pekerjaan sebagai pengedar narkoba.

“Sayo jual sabu itu di kalangan pekerja perusahaan yang berada di sekitar rumahnya,” kata tersangka Lukman Hakim.

Dikatakannya pula, dirinya mendapatkan barang haram itu dari seseorang di Kota Jambi. Bandar tersebut dikenalnya karena pernah bertemu.

“Sabu itu dijual kepada sopir dan karyawan perusahaan. Saya ambil dari seseorang dari Kota Jambi,” terangnya.

BACA JUGA : Usai Diperiksa KPK, Chumaidi: Jangan Sampai Dipanggil Lagi, ‘Balak Kito’

Saat ditanyakan tempat yang disediakannya untuk para pelanggannya menggunakan sabu, ia mengatakan, pelanggannya tidak menggunakan di rumahnya, melainkan di semak dekat rumahnya.

“Tempat mereka nyabu di semak-semak, bukan di rumah saya,” pungkasnya. (riz/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...