Banyak Pangkalan Menjual Gas Elpiji 3 Kg Tak Sesuai HET

0
Kabag Ekonomi Pembangunan Setda Batanghari, Saiful

Seru Jambi, Muarabulian – Penyaluran dan harga tabung gas elpiji 3 kg atau gas melon sejauh ini di Kabupaten Batanghari masih belum sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kabag Ekonomi Pembangunan Setda Batanghari, Saiful mengatakan, untuk harga normal gas elpiji tabung 3 kg tersebut Rp 17 Ribu. Akan tetapi, harga jual gas tersebut di pangkalan bisa mencapai harga tertinggi Rp. 30 Ribu.

“Iya, penyaluran dan harga gas elpiji hingga saat ini tidak benar. Malahan pangkalan menjual gas melon diatas Rp. 17 Ribu,” ungkap Saiful.

Dikatakan pula oleh Saiful, untuk jumlah pangkalan gas elpiji di Kabupaten Batanghari saat ini sebanyak 128 pangkalan gas. Akan tetapi, rata-rata pangkalan mempunyai HET yang berbeda-beda. Sementara untuk sebaran jumlah gas melon di ratusan pangkalan itu juga tidak merata sesuai jumlah penduduk miskin yang tercatat ada 22.119 kepala keluarga (KK).

“Terkadang pangkalan ini ada yang nakal, seperti pangkalan untuk daerah A menjual gas ke daerah B dengan alasan harga jual yang lebih tinggi. Sehingga di daerah terjadi kekurangan gas elpiji 3 kg,” terangnya.

Saat ditanya tindakan apa yang dilakukan oleh Pemkab Batanghari terhadap pangkalan yang nakal? Dirinya menuturkan, Pemkab Batanghari sendiri tidak punya wewenang untuk melakukan penindakan terhadap pangkalan-pangkalan gas yang tersebut.

“Ini wewenangnya pihak Pertamina selaku agen. Dikarenakan pangkalan tersebut memiliki keterikatan kontrak dengan Pertamina. Akan tetapi sejauh ini belum ada tindakan,” terangnya.

Sementara itu, kuota gas 3 kg Saiful menyebutkan, di Kabupaten Batanghari untuk tahun 2019 ini yakni 7.492,9 Metrik Ton (MT). Ini meningkat sebesar 8,85 persen dibanding kuota tahun 2018 sebesar 6.884 MT.

“Kenaikan kuota itu sesuai dengan ketentuan usulan tersebut dengan mempertimbangkan jumlah (KK) miskin dan perkembangan jumlah UMKM di Kabupaten Batanghari,” pungkasnya

Untuk diketahui, kebutuhan gas elpiji 3 kg pada 2019 ini berjumlah 7.492 metrik ton atau ekuivalen dengan 2.497.632 tabung gas ukuran 3 kg. Kebutuhan tersebut berdasarkan kebutuhan dari per kecamatan.

Di Kecamatan Muarabulian, kebutuhannya pada 2019 sebanyak 522.000 tabung, Kecamatan Pemayung 398.016 tabung, Kecamatan Bajubang 288.384 tabung, di Kecamatan Maro Sebo Ilir 112.368 tabung ,Kecamatan Muara Tembesi 333.120 tabung, Bathin XXIV 194.112 tabung, Mersam 165.744 tabung dan Kecamatan Maro Sebo Ulu 264.048 tabung.(riz)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: