Beragam Gejala Asma yang Harus Kamu Waspadai

0
asma-kambuh
Ilustrasi asma kambuh. (Shutterstock)

Seru Jambi – Asma termasuk penyakit paru-paru kronis. Walaupun tidak ada obat untuk kondisi ini, akan lebih baik jika Anda lebih memahami gejala asma .

BACA JUGA: Teriak Allahu Akbar, Penumpang Pesawat Diamankan Petugas

Melansir dari Medical Daily, penting untuk mengetahui tanda-tanda penyakit ini sehingga Anda dapat mengenali gejala asma sesegera mungkin.

1. Sesak napas bahkan ketika tidak olahraga

Biasanya, olahraga dan aktivitas fisik lainnya dapat membuat kita kehabisan napas karena pengeluaran energi. Namun, orang-orang dengan asma mungkin mengalami sesak napas, bahkan selama mereka tidak menggunakan banyak energi, seperti olahraga.

Alih-alih olahraga, pasien mungkin menghadapi ini sebagai akibat terpapar iritasi seperti asap tembakau, debu, atau juga bulu binatang.

Ini akan membuat saluran udara meradang bahkan dalam keadaan istirahat. Pemicu lainnya, antara lain stres emosional, perubahan cuaca, dan obat-obatan tertentu.

2. Batuk yang kerap datang saat tidur

Menurut National Sleep Foundation, batuk dan mengi terkait asma cenderung memburuk di malam hari. Jika Anda terbangun karena gejala-gejala ini, Anda mungkin mengalami asma nokturnal atau asma malam hari.

Berada dalam posisi berbaring atau adanya pemicu di kamar tidur (misalnya, jika kamu tidur di dekat anjing peliharaan atau kucing) mungkin juga menjadi faktor lain.

3. Rasa kencang di dada

Merasa sesak di dada bisa menunjukkan sejumlah masalah, seperti refluks asam, serangan jantung, atau juga gejala asma. Dalam sebuah survei, rasa kencang di dada dilaporkan sebagai gejala oleh 91 persen pasien asma.

“Jika Anda mengambil napas yang sangat dalam dan kemudian mencoba mengambilnya lagi, dada akan terasa kencang. Seperti itulah rasanya ketika Anda menderita asma karena udara terperangkap di sana,” terang Raymond Casciari, seorang ahli paru di Rumah Sakit St.Joseph di Orange, California dilasnir Suara.com–media partner Serujambi.com.

4. Kulit berwarna kebiruan

Jika Andamelihat perubahan warna pada kulit, kemungkinan penyebabnya adalah sianosis. Ini berarti tidak ada cukup oksigen dalam darah sehingga menyebabkan kulit berubah menjadi merah kebiru-biruan.

Ini dianggap sebagai gejala asma yang parah atau serangan yang sangat intens. Para ahli merekomendasikan untuk mencari perhatian medis segera, terutama jika ini disertai dengan gejala lain seperti sesak napas.

Seperti dicatat oleh Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, kondisi ini lebih mudah dideteksi bagi orang-orang dengan warna kulit lebih terang.

BACA JUGA: Jadwal Final Indonesia Masters 2019 Siang Ini

Orang yang berkulit gelap mungkin lebih mudah mendeteksi sianosis dengan memperhatikan rona kebiruan pada kuku atau selaput lendir, yakni pada bagian-bagian seperti bibir, gusi, dan area mata. (esa)

Loading Facebook Comments ...
loading...