Bupati Sidak, Penambangan Minyak Ilegal Segera Dilaporkan Kementrian ESDM

0
Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy tinjau penambangan minyak ilegal. Foto: Rizki/Serujambi.com
Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy tinjau penambangan minyak ilegal. Foto: Rizki/Serujambi.com

Seru Jambi, Muarabulian – Penertiban tambang minyak ilegal yang berada dalam Wilayah Kerja Pertamina (WKP) EP-TAC PT.PBMSJ Kecamatan Bajubang kemaein gagal. Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy melakukan Sidak ke lokasi tersebut.

BACA JUGAOptimalkan PAD, Bakeuda Batanghari Revisi Perbup Pajak Walet

Melihat kondisi yang terjadi di lapangan Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy sangat kecewa dengan keadaan alam di wilayah tersebut.

Kepada awak media dirinya mengungkapkan kekecewaannya melihat kondisi lingkungan yang sudah sangat rusak oleh aktifitas penambangan minyak secara ilegal tersebut.

“Iya, tentu saya sangat kecewa melihat kondisi seperti ini. Satu bulan yang lalu saya sudah perintahkan instansi terkait agar melaporkan kegiatan ini kepada Kementerian ESDM. Namun, mereka lambat,” kesal Bupati, Rabu (30/1/2019).

“Terlebih lagi dampak pada udara di wilayah ini sudah tidak bagus lagi akibat terpapar oleh minyak mentah,” imbuhnya.

Dikatakannya pula, kegiatan penemabangan minyak secara ilegal ini seharusnya sudah tidak terjadi lagi di wilayah Desa Pompa Air dan Desa Bungku ini.

“Karna kondisi yang sudah sangat parah diakibatkan oleh penambangan minyak secara ilegal ini. Kita akan segera melaporkan kepada Kementrian ESDM secepatnya,” tegasnya.

“harapannya kementrian dapat menanggapi dan melakukan tindakan terhadap aktifitas yang sangat merugikan ini,” tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa Pemerintah Daerah tidak memiliki wewenang untuk melakukan penertiban terhadap aktifitas penemabangang minyak secara ilegal yang dilakukan dalam skala yang besar.

Sementara itu, pihak kepolisian juga terhambat untuk melakukan penertiban karena kekurangan anggaran.

“Pihak pertamina sendiri yang memiliki anggaran terkesan cuek dengan adanya aktifitas penambangan secara illegal tersebut,” bebernya.

Selain itu, dirinya sangat menyayangkan adanya perlawanan dari sekelompok warga yang melakukan penghadangan terhadap penertiban tersebut.

“Dalam penertiban kemarin yang kita sayangkan itu adanya perlawanan dari warga, pemerintah kok dilawan, seharusnya hal tersebut tidak terjadi,” kesalnya.

Untuk diketahui, saat ini sumur minyak illegal di desa tersebut hampir mencapai seribu titik sumur yang aktif di lakukan penambangan. Sumur-sumur minyak illegal tersebut berada di beberapa kawasan, ada yang berada di lahan milik masyarakat, di kawasan WKP EP-TAC PT.PBMSJ.

BACA JUGAJanuari, 22 Kasus DBD Ditemukan di Batanghari

Bahkan ada yang berada di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). Mirisnya sebagian besar oknum pelaku penambangan minyak secara illegal tersebut berasal dari luar daerah itu.(riz/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: