Diduga Samsat Muarojambi Tipu Pelanggan Bayar Pajak Kendaraan

0
Ibu neni, korban yang mengaku telah kena tipu oleh pihak Samsat Muarojambi. Foto: Doni/Serujambi.com
Ibu neni, korban yang mengaku telah kena tipu oleh pihak Samsat Muarojambi. Foto: Doni/Serujambi.com

Seru Jambi, Sengeti – Neni, warga RT 7, Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, salah satu pelanggan yang membayar pajak kendaraannya, mengaku telah kena tipu oleh pihak Samsat Muarojambi.

BACA JUGA : Cawapres Datang, Masjid Al-Falah Dikerumuni Warga

Pasalnya, dia telah membayar pajak kendaraan di tahun 2018 lalu, namun untuk pembayaran berikutnya di tahun 2019 dia diminta kembali untuk membayar pajak tahun 2018 lalu.

“Jadi tadi kami mau bayar pajak untuk tahun 2019, setelah di lihat di komputer pembayaran di tahun 2018 lalu tidak ada. Jadi mereka minta saya bayar lagi 2 tahun sebesar Rp 5.700.000. Padahal di STNK saya sudah tertera notis ketetapan pembayaran pajaknya di tahun 2018., Tapi kok tidak tercatat,” jelasnya kepada Serujambi.com.

Ditambahkan Neni, pembayaran yang dilakukan pada tahun 2018 lalu, sebesar Rp 2.540.000. Waktu itu dirinya melakukan pembayaran kepada pegawai honor bernama Febi. Sambung Neni, sedangkan Febi itu sendiri saat ini sudah tidak bekerja di Samsat lagi.

“Kemarin itu yang menerima pembayaran kita atas nama Febi di Samsat Muarojambi. Dan sekarang Febi itu sudah diberhentikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Neni, saat dia ingin meminta solusi kepada Kepala Samsat Muarojambi, terkait ini, kepala Samsat hanya menyuruh Neni mencari Febi tersebut.

“Kepala Samsat Muarojambi tidak ada solusinya. Dan salah satu cara adalah saya disuruh membayar sebanyak Rp 5.700.000 untuk pembayaran tahun 2018 dan 2019. Padahal 2018 itu sudah saya bayar,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Samsat Muarojambi, Zuhri membenarkan terkait pelaporan permasalahan ini.

BACA JUGACawapres: Jika Terpilih Kami Akan Bangun Industri Karet

“Iya tadi ibuk itu lapor ke saya. Iya itu langsung saja ke oknum yang berbuat (kata saya, red). Waktu itu juga bukan zaman saya, itu masih eranya Fauzan. Dan juga sudah banyak laporan yang seperti ini masuk ke saya. Bisa dikatakan hampir setiap hari, satu orang,” pungkas Zuhri. (don/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...