Disbun Kembali Ajukan Replanting Sawit 5.000 Ha

0
Ilustrasi: Sawit
Ilustrasi: Sawit

Seru Jambi, Kualatungkal – Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat, tahun ini kembali mengajukan bantuan untuk replanting Sawit ke pemerintah pusat. Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, pemkab mengajukan bantuan replanting sebanyak 5.000 hektar.

BACA JUGAIMMJ Tuding Dinas PUPR Hamburkan Uang Negara Sia-sia

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat, Melam Bangun, mengatakan, jika kegiatan replanting ini telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Pada tahun 2017 diajukan sebanyak 1.500 hektar, lalu tahun berikutnya diajukan lagi sebanyak 220 hektar.

“Tahun ini kita kembali mengajukan bantuan replanting sebanyak 5.000 hektar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (30/1/2019).

Dijelaskan Melam, bantuan yang diberikan kepada petani berupa uang tunai sebesar Rp 25 juta per hektar. Uang tersebut akan diberikan ke rekening kelompok tani. Bantuan tersebutlah yang akan digunakan secara swakelola untuk melakukan replanting. Mulai dari penebangan sawit, hingga sampai pada proses pembelian bibit dan penanaman.

“Bantuan ini gratis dari pemerintah pusat, tidak perlu dikembalikan petani,” ungkapnya.

Untuk daerah yang akan direplanting, masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana yang menjadi sasaran adalah petani Sawit yang berada di Kecamatan Merlung dan Kecamatan Renah Mendaluh.

Namun menurutnya, ada beberapa kriteria petani yang mendapatkan bantuan. Seperti diantaranya, usia sawit harus telah lewat 25 tahun. Kemudian satu orang petani mendapat bantuan replanting minimal 1 hektar dan maksimal 4 hektar.

“Jadi kalau kebunnya lebih dari 4 hektar, sisanya tidak mendapat bantuan. Tapi ada syarat lainnya, seperti diantaranya petani yang dapat bantuan harus punya sertifikat lahan yang akan direplanting,” beber Melam Bangun.

BACA JUGANaikkan Tarif Usai Kencan, PSK Tewas Dipukul Pelanggan Pakai Helm

Lalu bagaimana dengan biaya perawatan sawit jelang usia produksi? Menurut Kadis Perkebunan dan Peternakan tersebut, nantinya petani bisa mengajukan bantuan pinjaman melalui dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank. Dana tersebut akan dibayarkan ketika sawit sudah produksi.

“Mengenai teknis pembayaran, nantinya akan dikelola KUD dari masing-masing desa,” tandasnya. (Iis)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: