Kasus Dugaan Politik Uang Caleg Nasdem Hasbi Anshori Dihentikan

0
bawaslu
Ketua Bawaslu Batanghari, Indra Tritusian. Foto: Rizki/Serujambi.com

Jambi Seru, Muarabulian – Meski sedang hangat-hangatnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batanghari mengumumkan bahwa kasus dugaan politik uang yang dilakukan oleh Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Hasbi Anshori, dihentikan. Alasannya, kurang bukti.

“Hari ini Bawaslu Batanghari bersama tim Gakumdu kembali melakukan kajian ke dua terkait kasus dugaan politik uang yang dilakukan oleh Hasbi Anshori saat menjalani kampanye,” kata Ketua Bawaslu Batanghari Indra Tritusian, bersama Kasat Reskrim Polres Batanghari Akp Dhadhag Anindito beserta Kasi Pidum Kejari Batanghari Heru Dwi, Selasa (07/05/2019).

Indra mengatakan, tim Gakumdu melakukan klarifikasi pemeriksaan terhadap 11 saksi dan mencocokan dengan barang bukti yang ada dan melakukan kajian.

“Setelah dilakukan kajian, hari ini kami mengambil kesimpulan bahwa bukti pemula tidak terpenuhi. Sehingga kasus Hasbi Anshori ini tidak bisa dilimpahkan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.

Indra menjelaskan, tidak dapatnya kasus Hasbi Anshori tersebut dilimpahkan ke tahap penyidikan karena maksud pemberian uang pada saat melakukan kampanye untuk memilih salah satu calon tidak diketahui.

“Karena tidak ada satu pun saksi yang mendengar pemberian uang tersebut kepada peserta kampanye untuk memilih Hasbi Anshori,” terangnya.

Selanjutnya terkait asal usul uang, Indra melanjutkan, tim Bawaslu tidak menemukan atau pun tim Gakumdu tidak menemukan yang cukup kuat tentang asal usul uang tersebut dari Hasbi Ansori.

“Jadi, memang berdasarkan keterangan saksi baik dari pelapor atau terlapor mereka tidak bisa membuktikan kalau itu uang dari Hasbi Anshori,” ujarnya.

Berdasarkan dua alasan tersebut, proses kajian terhadap kasus tersebut tidak dapat dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Batanghari Heru Dwi menambahkan, berdasarkan penjelasan dari Ketua Bawaslu, bahwa dari 11 orang saksi yang telah dimintai keterangan, satu orang pun tidak ada yang bisa menjelaskan uang tersebut dari siapa dan atas perintah siapa.

“Sesuai dengan laporan dari pelapor, terlapor disangkakan melanggar pasal 521 atau 523, di mana pasal 523 tersebut berbunyi secara langsung memberikan uang atau secara tidak langsung,” katanya.

“Artinya jika secara langsung, di situ disebutkan Hasbi memberikan kapada si a, si b dan si c, atau dia menyuruh orang untuk memberikan uang kepada si a, si b dan si c. Artinya orang yang ke dua tadi harus diperintahkan langsung oleh Hasbi Anshori dan partainya,” tambahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Heru, tidak ada satu orang pun yang menyatakan kalau uang tersebut uang Hasbi Anshori atau pun atas perintah dari Hasbi untuk memberikan uang tersebut.

“Jadi untuk sementara berdasarkan alat bukti yang ada, kita tidak bisa meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan. Jadi kasus ini dihentikan karena memang sudah sesuai deadlinenya 14 hari kerja,” katanya.

Saat disinggung, jika ke depan ada pihak yang akan membawa masalah ini ke DKPP apakah Bawaslu Batanghari siap? Indra menyebutkan, yang dilakukan oleh pihaknya saat ini sudah sesuai prosedur.

“Jadi SOP kita ini sesuai perbawaslu nomor 7, penanganan pelanggarannya tentang dugaan tindak pidana pemilu. Itu semua sudah kita lakukan dari proses klarifikasi dan pengumpulan alat bukti. Karena ini sifatnya laporan, seharusnya pihak pelapor juga dapat menunjukkan bukti yang absah,” sebutnya.

“Menurut kami, pihak kami sudah bekerja dengab profesional dan sesuai dengan perutaran yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batanghari, Akp Dhadhag Anindito juga menjelaskan, pada saat kegiatan tersebut berlangsung peserta Pemilu ini (Hasbi Anshori) sudah pulang barulah kegiatan bagi-bagi uang tersebut berlangsung.

“Jadi masyarakat setempat atau pelapor ini beranggapan bahwa uang yang dibagi-bagikan tersebut dari Hasbi Anshori,” kata Kasat Reskrim Polres Batanghari Akp Dhadhag Anindito.

Namun, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang ada bahwa Hasbi Anshori saat itu sudah meninggalkan lokasi.

“Berdasarkan keterangan saksi tersebut asal usul uang tersebut tidak terbukti dari Hasbi Anshori. Serta tujuan memberikan uang tersebut juga tidak diketahui,” terangnya.

Untuk diketahui barang bukti yang dilaporkan oleh pelapor ke Bawaslu Batanghari berupa amplop yang berisi uang Rp 25 ribu dan video warga yang membagi-bagikan uang. (riz)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: