Kepala UPT Samsat Salahkan Para Korban Penipuan

0
Kepala UPT Samsat Muarojambi, Muhammad Zuhri. Foto: Doni/Serujambi.com
Kepala UPT Samsat Muarojambi, Muhammad Zuhri. Foto: Doni/Serujambi.com

Seru Jambi, Sengeti – Kasus penipuan yang terjadi di tubuh kantor UPT Samsat Muarojambi kian menghangat. Terungkap, kalau korban penipuan ini jumlahnya banyak. Bahkan diantaranya ada kendaraan dinas di Satpol PP Muarojambi.

BACA JUGAPol PP Muarojambi Juga Jadi Korban Penipuan Samsat

Terkait adanya kasus tersebut, pihak Samsat menyatakan, kalau penipuan ini merupakan ulah oknum honorer disana. Jumlah korbannya pun tengah didata.

Namun Muhammad Zuhri, Kepala UPT Samsat Muarojambi, penipuan ini terjadi karena kesalahan para korban sendiri. Para korban dala. pengurus pajak tidak mengikuti proses pembayaran pajak melalui loket. Korban rata-rata menitip pengurusan pajak melalui Febi, petugas honorer Samsat Muaro Jambi.

“Kalau mengurus melalui loket pasti tidak akan tertipu. Faktanya mereka mengurus melalui pegawai honor, inilah yang terjadi,” sebutnya.

Zuhri mengakui, bahwa jumlah korban penipuan oleh petugas Samsat sebenarnya cukup banyak. Tetapi yang baru melapor secara resmi baru 17 orang. Dari 17 korban itu, jumlah kerugian korban mencapai Rp50 juta.

“Sebenarnya korbannya cukup banyak. Soalnya ada juga korban tidak mau ribut sehingga langsung membayar pajaknya dua tahun,” imbuhnya.

Diterangkan Zuhri, modus operandi yang dilakukan oknum Febi terhadap para korban, dengan cara meminta korbannya untuk mempercayakan pengurusan pajak kepada pelaku. Pada saat sholat zuhur, pelaku kemudian diam-diam masuk ke ruangan petugas untuk memprint STNK yang baru lengkap dengan perubahan pajak kendaraan.

“Jadi STNK itu asli, tapi uang pajaknya tidak masuk ke kas. Dan perbuatan itu dilakukan Febi saat situasi sepi. Tepatnya saat sholat zuhur,” tuturnya.

Penipuan dan Penggelapan Pajak di Samsat Muaro Jambi yang terjadi saat ini bukanlah yang pertama. Pada 2017 lalu juga terjadi hal yang sama dengan jumlah korban yang lebih banyak.

“2017 lalu juga ada kejadiannya, petugas itu sudah diberhentikan,” paparnya.

Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali, Zuhri menghimbau agar wajib pajak mengurus pajak melalui loket. Beliau turut mengigatkan wajib pajak agar tidak menitip pengurusan kepada pegawai honorer atau calo.

“Kita minta diurus sendiri, jangan nitip. Saya juga sudah mengingatkan agar para pegawai tidak macam-macam,” katanya lagi.

Mengenai kerugian yang dialami para korban, Muhammad Zuhri mengaku tidak mau lepas tangan. Dirinya sudah koordinasi dengan orang tua Febi agar bersedia mengganti kerugian para korban.

BACA JUGASopir Truk Batubara yang Terjepit Warga Musi Rawas

“Kalau dilaporkan kasihan, Febi itu sudah punya anak dan bini. Makanya saya coba koordinasi dengan orang tuanya agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya. (don/iis)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: