Kontraktor Islamic Center VII Koto Ilir Sebut Disuruh PPK Rapikan Pekerjaannya

0
masjid agung
Miniatur Masjid Agung untuk kecamatan VII Koto Ilir terkesan asal jadi. (Riance/Serujambi.com)

SERUJAMBI.COM, Tebo – Pihak rekanan kontraktor yang mengerjakan pembangunan Islamic Center Kecamatan VII Ilir, mengaku mendapat perintah dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Tebo untuk memperbaiki pekerjaan.

BACA JUGA : Dua Artis Cantik Jadi PSK Online, Digrebek saat Bersetubuh di Hotel

Ini langsung dinyatakan Teguh dari PT Nuryta Sari Pratama. “Kita diminta merapikan pekerjaan yang belum rapi,” ujarnya melalui ponsel kepada serujambi.com, Sabtu (5/1/2018).Dikatakan, secara visualisasi pengerjaan Islamic Center tersebut sudah selesai.

“Sudah selesai 100 persen, yang mana yang belum selesai?” ujarnya balik bertanya.
Ketika dikonfirmasi kepadanya bahwa hasil temuan di lapangan bukanlah merapikan pekerjaan yang belum rapi, melainkan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dikerjakan di tahun 2018. Seperti, pemasangan batu alam dan pengecatan.

Ditanya apakah yang dilakukannya tersebut sudah sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang ditandatangani antara pihaknya sebagai rekanan dengan Dinas PUPR Tebo, serta apakah yang dikerjakannya sekarang ini tidak melanggar aturan yang berlaku, hingga berita ini diturunkan Teguh tidak menjawabnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ternyata pembangunan Islamic Center miniatur Masjid Agung di Kecamatan VII Koto Ilir sudah dibayarkan penuh 100 persen kepada pihak rekanan kontraktor, hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Tebo, Hendri Nora.

“Untuk pekerjaan Islamic Center sudah dibayarkan 100 persen kepada rekanan tanggal 30 Desember 2018 kemaren,” terang Hendri Nora kepada Serujambi.com melalui pesan WhatsApp yang dikirimkannya.

Ketika ditanyakan kepadanya apakah pihaknya mengetahui kondisi di lapangan bahwa rekanan kontraktor masih melaksanakan pekerjaan hingga sekarang? Hendri Nora berdalih bahwa hal tersebut memang rekanan diminta untuk merapikan pekerjaannya.

“Sudah selesai 100 persen pekerjaannya dan memang kita minta mereka merapikan pekerjaannya,” ujarnya, lagi.

Namun ketika ditanyakan lagi kepadanya bahwa yang dilakukan oleh kontraktor adalah mengerjakan pekerjaan yang belum dikerjakan dan kondisinya berbeda jauh dengan Islamic Center yang di Kecamatan Rimbo Ulu, Hendri Nora mengaku tidak tahu.
“Iyo nanti Sayo tanyo Kabid dan Sayo minta Kabid untuk mengecek kondisi di lapangan,” tegasnya.

Pantauan Serujambi.com di website lpse.tebokab.go.id, proyek miniatur Masjid Agung tersebut dikerjakan oleh PT Nuryta Sari Pratama dengan dana APBD Kabupaten Tebo Tahun 2018 hampir Rp 3 Miliar.

BACA JUGA : Vanessa Angel Ditangkap Jadi Prostitusi di Hotel, Ini Tarifnya

Proyek itu diawasi oleh CV Media Teknik Konsultan yang seharusnya sudah selesai dikerjakan ditahun 2018 kemaren. Namun hingga berita ini diturunkan terlihat para pekerja masih mengerjakan beberapa item pekerjaan. (ian)
Loading Facebook Comments ...
loading...