P3K Tahap Satu Hanya Untuk Eks K1 dan K2

0
Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih. Foto: Rolis/Serujambi.com
Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih. Foto: Rolis/Serujambi.com

Seru Jambi, Kualatungkal – Pemerintah pusat dalam waktu dekat ini meminta pemerintah daerah untuk melakukan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sayangnya, proses seleksi tersebut tampaknya tak akan terlaksana pada awal Februari ini.

BACA JUGATerdakwa Pipanisasi, Hendri Sastra Divonis 2,5 Tahun Penjara

Hal ini terjadi, lantaran pada rapat koordinasi yang diikuti para kepala daerah belum lama ini, banyak yang menyatakan keberatan. Selain karena masalah anggaran yang dibebankan ke pemerintah daerah, juga kesiapan daerah dalam melaksanakan seleksi.

Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih mengatakan, sebagai pelaksana Kabupaten Tanjab Barat siap melakukan. Namun jika pelaksanaannya dalam waktu dekat ini, dirinya ragu bisa terlaksana dengan maksimal.

“Kita sebagai pelaksana tentunya siap menjalankan perintah pemerintah pusat. Tapi akan lebih baik jika tidak terburu-buru, karena kita butuh persiapan,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (28/1/2019).

Apalagi menurut Encep, pihaknya masih disibukkan dengan masalah penerimaan CPNS. Karena pemberkasan peserta yang lulus baru selesai dan masih akan menyerahkan nama-namanya ke BKN.

Selain itu, masalah anggaran juga menjadi banyak keluhan pemerintah daerah. Sebab alokasi anggaran untuk seleksi tidak ada. Sementara APBD sudah disahkan.

“Kepastian jadwalnya belum tau, tapi kita masih menunggu instruksi dari pusat,” sebutnya.

Encep juga menegaskan, kalau penerimaan P3K tahap satu ini, tidak dibuka untuk seluruh honorer. Karena hanya honorer eks K1 dan K2 saja yang bisa ikut seleksi.

“Jadi honorer eks K1 dan K2 yang tidak lulus seleksi beberapa tahun lalu saja yang bisa ikut. Tentunya yang nama-namanya sudah terdaftar di BKN,” jelasnya.

Terkait kebutuhan, kepala BKPSDM Tanjab Barat itu mengungkapkan, kalah kebutuhan pegawai cukup besar. Terutama untuk guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Tapi penerimaan tentu tak bisa sebanyak yang diinginkan.

BACA JUGASekda: Kematian Singa dan Harimau di Taman Rimba Karena Sakit

Sementara untuk umur pendaftar seleksi P3K nanti, nyaris tak ada batasan. Selagi belum memasuki usia pensiun. Artinya, saat mendaftar usia honorer harus kurang dari setahun masa pensiun.

“Untuk pegawai fungsional usia 57 saat pendaftaran masih bisa mendaftar,” tandas Encep. (Iis)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: