Pemkot Himbau Pelaku Usaha Tak Larang Karyawati Muslim Berjilbab

0
Walikota Jambi, Syarief Fasha. Foto: Muslim/Serujambi.com
Walikota Jambi, Syarief Fasha. Foto: Muslim/Serujambi.com

Seru Jambi, Jambi – Masih adanya tempat- tempat usaha maupun pelaku usaha, dan tempat umum lainnya di Kota Jambi yang melarang perempuan muslim mengenakan hijab saat bekerja, membuat Walikota Jambi, Syarif Fasha, menegaskan agar setiap pelaku usaha di kota Jambi tidak lagi melarang karyawati beragama Islam memakai jilbab.

BACA JUGASTIA Nusa Kerinci Batalkan Hasil Ujian Skripsi Arsal Apri

“Kepada seluruh pelaku-pelaku usaha baik swalayan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, toko atau usaha lainya, untuk tidak melarang warga kota Jambi yang beragama islam mengenakan pakaian hijab, atau jilbab dalam bekerja,” kata Fasha usai menerima kunjungan Konjen Tiongkok, di rumah dinas Wali Kota, Rabu (9/1/2019) kemarin.

Hal ini juga sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemkot Jambi pada Senin, (7/1/2019) lalu.

“Tidak juga kita berhijab sesuai keinginan kita, tidak. Tapi kan ada uniform (seragam) yang disesuaikan, yang pasti itu menutup aurat semua,” ujarnya

Dikatakan Fasha bahwa hal tersebut akan disesuaikan.

“Himbauan ini nanti, kami akan lihat beberapa bulan ke depan, kami akan petakan beberapa tempat yang tidak mematuhi,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut, jika kedapatan ada tempat-tempat tersebut tidak mematuhi, maka akan dipanggil pemkot terlebih dahulu.

“Kami minta kepada seluruh pelaku usaha di kota Jambi tadi yang saya katakan, untuk tidak menghalangi karyawannya untuk menggunakan pakaian-pakaian secara syariat.” Imbuhnya.

“Tetapi kami ingatkan juga kepada karyawati, siswi-siswi, pelajar-pelajar di kota Jambi yang ingin menggunakan hijab juga jangan yang terlalu berlebihan,” sebut Samo.

“Seperti misalnya sampai menutup wajah dengan cadar. Sesuaikan dengan pakaian kita sehari-hari saja,” pinta Fasha.

Himbauan tersebut keluar dilatar belakangi lantaran banyaknya aduan dari karyawan- karyawan pada Pemkot.

“Jadi Saya sudah banyak sekali mendapat laporan dari karyawan-karyawan. Saya tidak usah sebut (tempatnya), tapi saya sudah ditandai swalayannya apa. Misalnya supermarket nya apa, toko-tokonya apa dan yang termasuk sekolah juga yang tidak memperbolehkan karyawannya berjilbab,” rinci Fasha.

BACA JUGAMeski Belum Lulus 30 SKS Lebih, Ternyata Ujian Skripsi Arsal Dapat…

Ditambahkannya, untuk umat muslim yang berada di Kota Jambi, khususnya kalangan perempuan agar jangan berkecil hati dengan kondisi tersebut.

“Saya janji bahwa ini salah satu PR Saya ke depannya,” pungkas Fasha.(cr07/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: