Proyek Rp 56 Miliar PJN Wilayah I Diduga Amburadul

0
Proyek Rp 56 Miliar PJN Wilayah I nampak amburadul. Foto: Wawan/Serujambi.com
Proyek Rp 56 Miliar PJN Wilayah I nampak amburadul. Foto: Wawan/Serujambi.com

Seru Jambi, Jambi – Pengerjaan akses jalan bandara yang menggunakan dana APBN TA 2018 senila Rp 56 miliar diduga amburadul. Karena, pekerjan yang dikerjakan pada tahun 2018 itu, saat ini masih menyisakan beberapa item pekerjaan yang tak rampung.

BACA JUGAPengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi

Hal itu terindikasi dengan banyaknya komplain dari masyarakat khususnya dari mereka yang memiliki usaha di lokasi proyek tersebut.

Salah satu yang santar jadi sorotan adalah akses jalan menuju Yayasan yang menjadi tempat rehabilitasi narkoba di Jalan RB Siagian setelah dilakukan penghancuran namun hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.

Dikatakan Kepala Cabang NATURA JAMBI, Vicky, pada Kamis (10/1/2019) menilai, jika melihat kondisi yang terjadi seperti ini harusnya pihak penyedia rekanan harus cepat tanggap, terlebih ini menyangkut orang banyak.

“Karena kemarin pekerja mereka yang memecahkan keramik – keramik jadi mereka harus segera memperbaiki. Sebab, sebelum dihancurkan mereka berjanji akan memperbaiki kembali. Tetapi hingga sekarang batang hidungnya saja tidak kelihatan lagi,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

BACA JUGANekat Melaut Saat Cuaca Buruk, Sekelompok Nelayan Tersambar Petir

Di tempat berbeda, Aktivis Anti Korupsi Jambi,  Hafizi Alatas menanggapi permasalahan tersebut. Ia menegaskan, seharusnya setiap proyek yang dikerjakan tidaklah boleh menyisakan kesan yang tidak baik dan merugikan masyarakat sekitar lokasi, karena hal itu dikhawatirkan akan berdampak kepada instansi dimana anggaran tersebut dikelola.

“Dengan melihat anggaran yang cukup besar yaitu berkisar Rp 56 M, tapi pekerjaan tekesan amburadul, maka wajib pihak penegak hukum segera turun ke lapangan,” tegasnya. (den/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...