PSSI Sungai Penuh Kisruh, Buntut Absen di Gubernur Cup

0
PSSI
Ilustrasi PSSI. (ist)

Seru Jambi, Sungai Penuh – Tidak ikut sertanya kontingan Kota Sungai Penuh pada ajang Gubernur Cup di Kabupaten Merangin, menjadi kisruh yang luar biasa, betapa tidak, masing-masing pihak seperti Fikar Azami mantan Ketua PSSI Kota Sungai Penuh yang disebut-sebut harus bertanggung jawab padahal Fikar tidak lagi menjabat sebagai ketua PSSI saat helatan Gubernur Cup digelar.

BACA JUGA: ICW Curigai Ada Manipulasi Dana Kampanye Jokowi-Maruf Amin

Hal tersebut dijelaskan lewat laman facebook Fikar Azami, yang menerangkan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI Kota Sungai Penuh.

“Assalammualaikum wr wb, menanggapi isu dan pemberitaan yang sedang menyebar luas terkait dengan tidak dikirimnya tim sepakbola kota sungai penuh utk mengikuti gubernur cup 2019 di merangin,” tulisnya dilansir Kerincitime.co.id–media partner Serujambi.com.

Selain itu dia juga menjelaskan banyak pemberitaan dan isu yang berkembang di masyarakat yang menyalahkan PSSI Kota Sungai Penuh bertanggung jawab dan banyak yangg meminta dirinya bertanggung jawab karena dirinya disebut sebagai Ketua PSSI Kota Sungaipenuh.

“Perlu saya klarifikasi disini bahwa saya sejak awal Desember 2018 yg lalu sudah tidak lagi menahkodai PSSI kota Sungaipenuh dan sudah di Plt-kan kepada sdr Taufik, SE yg berasal dari Merangin sesuai dengan SK yang dikeluarkan PSSI Provinsi Jambi yang ditandatangani langsung oleh Ketua PSSI Provinsi Jambi dr Medrin Joni SPog,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pergantian tersebut dilaksanakan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada dirinya yang notabene masih sebagai komite eksekutif PSSI Provinsi.

“Jadi bagaimana mungkin saya harus bertanggung jawab sementara saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI,” tegasnya.

Menurut dia, sejak dulu selama dirinya mengketuai PSSI tidak pernah absen mengikuti dan memberangkatkan tim sepakbola Kota Sungai Penuh di ajang Gubernur Cup.

“Kalaupun plt yang ditunjuk oleh dr Medrin spog tidak mampu melaksanakannya karena bukan berasal dari Sungai Penuh harusnya bisa berkoordinasi dengan pemerintah kota atau langsung dengan saya,” jelasnya.

Tapi, lanjut dia, sampai detik ini tidak ada satupun perwakilan PSSI baik kota atau provinsi yang berkoordinasi dengan pemkot ataupun dengan dirinya.

Hal ini juga diperkuat oleh Hadiyandra mantan Sekjen PSSI Pusat menilai langkah Ketua PSSI Provinsi Jambi menunjuk Plt Ketua PSSI Sungai Penuh dari Kabupaten Merangin, merupakan keputusan yang keliru.

Menurut dia, dirinya insan yang pernah berkecimpung di sepakbola, mulai dari level kampung sampai dengan nasional, dirinya sangat memahami substansi dan roh persepakbolaan. Dirinya juga sangat familier dengan Statuta PSSI, dan dirinya juga ikut membidani lahirnya Statuta Asprov PSSI.

“Terkait hal yang viral di “kota kecil” kita ini tentang tidak dikirimnya tim sepakbola ke ajang turnamen sekelas Gubernur Cup Jambi, (yg bukan agenda resmi PSSI) beberapa hal ingin saya sampaikan,” tulisnya, Selasa (8/1) malam.

Sementara itu, Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sungaipenuh, Toni Indrayadi, ikut menyayangkan tidak adanya wakil Kota Sungai Penuh, pada ajang Gubernur Cup 2019. Persoalan ini terjadi lanjut Toni, karena tidak adanya koordinasi antara pengurus PSSI Kota Sungaipenuh, dengan Koni.

“Ketua PSSI Sungai Penuh bukan lagi pak Fikar Azami, namun sudah diketuai oleh Pak Taufik. Pengurus yang sekarang ini tidak berkoordinasi dengan kita (Koni, red), seharusnya Ketua PSSI Sungai Penuh harus dari Sungaipenuh agar mudah berkoordinasi” tambah Toni.

Namun demikian, Toni menyebut tidak bisa berbuat terlalu banyak dalam masalah ini. Apalagi Gubernur Cup di luar ranahnya Koni. “Kalau Porprov atau Kejurda, itu wilayah kita,”pungkasnya.

Disisi lain Asprov Jambi, menegaskan penunjukan Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungai Penuh, sudah sesuai prosedur.

Perwakilan PSSI di Jambi ini juga membantah, kabar yang menyebutkan bahwa Asprov tidak berkoordinasi dengan kepengurusan PSSI Sungai Penuh sebelumnya, dalam penunjukan pelaksana tugas ketua.

Sekretaris Umum Asprov PSSI, Reza, mengatakan penunjukan Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungai Penuh, sudah susai dengan Statuta organisasi.

Dia juga membantah, jika dalam pelaksanaan penunjukan ini tidak ada berkoordinasi dengan Fikar Azami, yang merupakan mantan Ketua PSSI Sungai Penuh dan juga Wakil Ketua Umum PSSI Provinsi Jambi.

“Semuanya sudah sesuai prosedur. Terpilihnya saudara Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, karena dia anggota Exco. Kan syarat untiuk menjadi Plt harus anggota Exco,” terangnya.

Selain itu, alasan dipilihnya Taufik, karena secara kewilayahan Taufik merupakan anggota Exco yang tinggal lebih dekat dengan Sungai Penuh, sehingga bisa lebih mudah menjalankan tugasnya.

“Sementara anggota Exco yang lain ada yang dari Tebo dan daerah lain, yang secara kewilayah lebih jauh,” tambah Reza.

Menjawab pertanyaan publik, yang menyebutkan Asprov tidak berkoordinasi dengan Fikar Azami sebelum penunjukan Plt Ketua PSSI Sungai Ppenuh, Reza mengaku komunikasi sudah dilakukan sejak jauh hari.

Bahkan Reza menjelaskan, masa jabatan Fikar sebagai Ketua PSSI Sungai Penuh, sebenarnya sudah habis sebelum pelaksanaan Porprov 2018.

Sehingga harus dilakukan penunjukan Plt, agar Sungai Penuh tetap bisa tampil dalam ajang Porprov. “Saat itu Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, ditunjuk Fikar langsung,” tambahnya.

Di samping menjalankan roda organisasi, tugas Plt adalah melaksanakan kongres. Namun hingga berakhirnya masa jabatan Fikar sebagai Plt Ketua PSSI Sungai penuh selama tiga bulan, kongres tidak dilaksanakan.

“Artinya Fikar tidak menjalankan amanah yang diserahkan kepadanya selaku Plt Ketua PSSI Sungai Penuh,” tegas Reza.

Asprov, sudah berusaha mempertanyakan hal itu, namun tidak ada jawaban dari Plt Ketua PSSI Sungaipenuh saat itu.

“Saya tanya tidak ada jawaban. Sehingga kami harus melakukan tindakan tegas, dengan menunjuk Plt baru. Karena kepengurusan tidak boleh kosong,” ungkapnya.

Selain menjalankan roda organisasi, Taufik juga ditugaskan untuk mempersiapkan pelaksanaan kongres, selama masa jabatannya tiga bulan.

“Kalau soal Gubernur Cup saya tidak mau banyak komentar. Yang jelas saya selalu koordinasi. Bukti-bukti di WA juga banyak,”pungkas Reza.

Plt Ketua PSSI Sungai Penuh, Taufik, tidak mau dirinya dianggap menjadi kambing hitam gagalnya Ps Sungaipenuh tampil pada ajang Gubernur Cup. Apalagi jika masalah ini sampai dikaitkan dengan masalah politik di Sungaipenuh. “Saya hanya menjalankan amanah dari Asprov, sebagai Plt Ketua PSSI Sungai Penuh,” sebutnya.

Selaku Plt Ketua, Taufik sudah berupaya berkoordinasi, termasuk dengan Ketua Koni Sungaipenuh.

“Saat Manager Meting, saya tanya ke Ketua Koni apakah kita akan ikut? Saat itu Ketua Koni menjawab iya,” bebernya.

Namun saat technical meeting, ternyata Sungaipenuh malah tidak mengirimkan tim. “Kepada Ketua Koni saya sampaikan, jika memang perlu saya siap datang ke Sungai Penuh untuk mempersiapkan semua urusan,” tambahnya lagi.

Namun sayang, Taufik merasa niat tulusnya ini tidak mendapat jawaban. Bahkan ada yang menyampaikan kepadanya, bahwa semua pengurus PSSI Sungai Penuh sudah mengundurkan diri.

“Jadi kemana lagi saya harus koordinasi. Saya datang dengan ikhlas. Kalau soal politik saya kan tidak punya hak pilih di Sungai Penuh, jadi tidak ada kepentingan saya di sana,”tandasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua PSSI Sungai Penuh, Fikar Azami, mengaku banyak pemberitaan dan isu yang berkembang di masyarakat,yang menyalahkan PSSI Kota Sungai Penuh tidak bertanggung jawab dan banyak yang meminta dirinya bertanggung jawab, karna disebut sebagai ketua PSSI Kota Sungai Penuh.

“Sejak awal Desember yang lalu saya sudah tidak lagi menahkodai PSSI Kota Sungai Penuh dan sudah di plt kan kepada sdr Taufik, yang berasal dari Merangin. Sesuai dengan SK yang dikeluarkan PSSI Provinsi Jambi yang ditandatangani langsung oleh Ketua PSSI Provinsi, dokter Medrin Joni, spog,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pergantian tersebut dilaksanakan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada dirinya, yang notabene masih sebagai komite eksekutif PSSI Provinsi. “Jadi bagaimana mungkin saya harus bertanggung jawab sementara saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI,” tegasnya.

Selama menjadi Ketua PSSI tambah Fikar, tidak pernah absen mengikuti dan memberangkatkan tim sepakbola Kota Sungaipenuh di ajang Gubernur Cup.

Kalaupun plt yang ditunjuk oleh Madrin Joni tidak mampu melaksanakannya karena bukan berasal dari Sungai Penuh, harusnya bisa berkoordinasi dengan pemerintah kota. “Atau bisa langsung dengan saya,” terangnya.

Tapi, kata politisi muda itu, sampai detik ini tidak ada satupun perwakilan PSSI baik kota atau provinsi yang berkoordinasi dengan pemkot ataupun dirinya. “Sekian yang bisa saya sampaikan agar tidak terjadi opini liar dan pemberitaan yang simpang siur,” jelas Fikar.

Terpisah John Afriza tokoh masyarakat Sungai Penuh mengungkapkan bahwa terlepas dari masing-masing pihak yang saling beragumen dengan masing-masing retorika pembenaran, karena ini sudah menjadi konsumsi publik maka biarlah masyarakat yang menilai siapakah diantara pihak-pihak tersebut yang dungu.

BACA JUGA: Video Sex Artis Ini Menyebar, Band Langsung Bubar

Namun yang jelas akibat dari kisruh ini diawali dari tidak turut sertanya tim pssi Kota Sungai penuh diajang piala Gubernur Cup maka besar kemungkinan PSSI Kota Sungai Penuh akan menerima sanksi. Miris!, sudahlah prestasi terpuruk masa-masa kelampun menanti” ungkapnya. (esa/kct)

Loading Facebook Comments ...
loading...