Remisi Pembunuh Jurnalis Dibatalkan, BPN: Jokowi Harus Minta Maaf

0
Presiden Jokowi. (detik)

Seru Jambi – Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Danhil Anzar Simanjuntak setuju dengan keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mencabut remisi pembunuh jurnalis Bali.

BACA JUGA : Sukseskan Pemilu 2019, Kapolres Muarojambi Sambangi Pedagang

Memang seharusnya dicabut,” tulis Danhil melalui twitter pribadinya @danhilanzar.

Meski setuju, Danhil tetap mengkritik sikap Jokowi yang dianggap ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Ia juga meminta calon presiden nomor urut 01 itu untuk meminta maaf kepada publik.

Ada baiknya pak Jokowi menyampaikan permohonan maaf karena abai di awal dan tidak boleh terjadi lagi, penting kepala negara memahami semua keputusan yang beliau tandatangani,” ujar dia.

Seperti diketahui Presiden Jokowi akhirnya menandatangani Kepres perihal pembatalan pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Menurut Jokowi, kepres tersebut telah ditandatangani pada hari Jumat (8/2/2019). Ia mengatakan, pembatalan remisi itu dilakukan setelah mendapat masukan dari kelompok masyarakat dan komunitas jurnalis.

“(Pembatalan remisi) ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis,” ujar Jokowi di Kota Kasablanka Mal, Jakarta, dilansir dari laman Suara.com (media partner Serujambi.com), Sabtu (9/2/2019).

BACA JUGA : Pemkab Batanghari Gelontorkan Bonus Atlet Rp 2,2 Milyar

Setelah mendapat masukan tersebut, Jokowi mengakui menginstruksikan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengkaji dan menelaah pemberian remisi Susrama. (fok)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: