SAH Tolak Rencana Import Guru, Minta Pemerintah Fokus Perjuangkan Honorer

0

Seru Jambi, Jambi – Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan Sutan Adil Hendra (SAH) menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang akan mengundang guru asing atau pengajar dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia.

Menanggapi ini Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut mengatakan, rencana “impor” guru yang disampaikan Menteri PMK beberapa waktu lalu tersebut sangat tidak masuk akal.  Terlebih lagi mengingat terjadinya surplus lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) saat ini, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300.000 ribu lulusan setiap tahun.

“Padahal kebutuhan guru kita setahun hanya 40.000 guru, sementara lulusan pendidikan guru 300ribu guru per tahun. Surplus, tapi ini kita malah mau ‘impor’ guru, sungguh mengerikan dan mengherankan,” Ungkap SAH (12/5) di Jambi kemarin.

Karena menurutnya jumlah LPTK yang notabene “pabrik guru” mencapai 429 lembaga, terdiri dari 46 LPTK negeri dan 383 LPTK swasta. Jumlah mahasiswa keseluruhannya mencapai 1.440.770 orang.

Terjadi lonjakan jumlah LPTK yang sangat mengejutkan dari tahun ke tahun, minat generasi muda untuk menjadi guru meningkat, dan ini wajar sebagai dampak kebijakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang muncul di sekitar 2010.  Padahal pada tahun 2010 jumlah LPTK hanya sekitar 300-an, ungkapnya.

Sehingga dengan kondisi lulusan keguruan yang dihasilkan LPTK, SAH menilai rencana mengundang guru asing untuk mengajar di Indonesia itu dinilai tidak tepat, di tengah hebohnya guru-guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun menyelamatkan pendidikan nasional dengan pendapatan yang dinilai tidak memanusiakan.

“Saya pikir pemerintah lebih baik fokus untuk memperjuangkan guru honorer dan tenaga kependidikan untuk ditingkatkan kualitasnya, lalu diperjelas statusnya, bagaimana mereka bisa di angkat menjadi PNS, bukan malah mendatangkan guru dari luar untuk mengajar,” pungkasnya. (esa)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: