Sambil Menangis, Ibu Asal Jambi ini Ungkap Alasannya Ingin Jual Ginjal

0
Ilustrasi jual ginjal. (Ist)
Ilustrasi jual ginjal. (Ist)

Seru Jambi, Jambi – Provinsi Jambi sempat dihebohkan dengan adanya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), yang berencana menjual ginjalnya. Ang (29), warga Telanaipura, Kota Jambi, merupakan IRT yang berniat menjual ginjalnya tersebut. Masalah ekonomi menjadi penyebabnya.

BACA JUGATerkait Penyaluran Dana Desa 2018, BPKP Periksa 4 Kades di Kerinci

Ang bersama suami dan dua orang anak tinggal disebuah rumah kontrakan yang sederhana. Di dalam rumah, tak banyak perabot terlihat. Di ruang tamu hanya terpampang beberapa foto keluarga Ang yang terlihat bahagia . Namun, siapa sangka dibalik gambaran tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang Ia alami.

Kepada Seru Jambi yang mendatangi kediamannya, Ang mengakui kalau dirinya beberapa pekan lalu memang sempat berpikir untuk menjual ginjalnya. Hal itu ia lakukan untuk mencukupi kebutuhan yang dihadapi. Dikatakannya bahwa saat itu Ia sedang terimpit masalah perekonomian dan kekalutan yang tengah dirasakan.

“Saya dalam keadaan sadar kok mas waktu memikirkan itu, tapi yang namanya orang lagi mengalami kekalutan, secara spontan itu yang dipikirkan untuk mendapatkan uang secara cepat,” ungkapnya pada Seru Jambi, Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 15.00 Wib.

Dikatakan Ang, saat itu dia sedang memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan yang tengah Ia hadapi beberapa pekan terakhir.

“Suami saya kerja di perusahaan swasta sebagai Driver, penghasilannya habis untuk membayar hutang dan kebutuhan yang ada,” tutur Ang sambil memeluk kedua putranya.

Ditengah perbincangan, tiba-tiba Ang menjatuhkan air mata. Ditambah suasana hujan waktu itu, seolah alam tahu kondisi yang dirasakan wanita kelahiran medan tersebut.

“Waktu itu, Saya sedang butuh uang untuk membayar kontrakan rumah yang sudah jatuh tempo. Ditambah pembayaran biaya pendidikan IO (anak laki-lakinya) yang juga seharusnya dibayar,“ jelas Ang, sambil mengusap air mata dari pipinya.

Ditambahkannya, sekarang sangat sulit mencari pekerjaan. Apalagi dengan usianya yang terbilang tidak produktif lagi dalam dunia kerja.

BACA JUGADihantui Korban, Pengakuan Bandar Sabu Pembunuh dan Pembakar Mayat Inah

“Kalau ada pekerjaan, lebih baik bekerja daripada memikirkan hal nekat itu,” tutupnya.(lim/iis)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: