Tak Seperti Biasa, Vanessa Angel Tak Tersenyum saat Wajib Lapor

0
vanessa-angel
Vanessa Angel. (Suara.com/Achmad Ali)

Seru Jambi – Berjalan menuju ruang Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, artis Vanessa Angel tidak senyum. Hal ini berbeda dari sebelumnya. Dia ke Polda Jatim untuk wajib lapor kasus prostitusi online.

BACA JUGA: CVR Lion Air JT 610 Ditemukan Tertimbun Lumpur Laut

Dengan mengenakan baju putih setelan celana hitam. Vanessa Angel hanya terdiam dan menundukkan kepalanya ketika ditanya kedatangannya ke Polda Jatim.

Dilansir Suara.com–media partner Serujambi.com, Vanessa Angel datang menggunakan mobil Nissan Elgran warna putih. Dia datang ditemani beberapa kolega, termasuk pengacara.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Vanessa datang untuk memenuhi wajib lapor.

“Dia (Vanessa) datang untuk memenuhi wajib lapor seminggu sekali,” jelas Kabid Barung pada Suara.com, Senin (14/1/2019).

Sebelumnya, manajer Vanessa Angel, Lidya mengatakan artis asuhannya itu takut bertemu dengan media usai terseret kasus prostitusi online di Surabaya.

Terbukti, dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu (9/1/2019) malam, Vanessa Angel cuma mau diwawancara segelintir media.

“Kalau takut ketemu wartawan, sangat takut. Sangat amat takut, karena dia pun tidak pernah ngomong apa-apa gitu kan,” kata Lidya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Lidya, Vanessa Angel khawatir salah bicara terkait keterlibatannya dalam kasus prostitusi online. Karena itu, urusan tersebut Vanessa Angel serahkan kepada kuasa hukumnya yang baru, yakni Milano.

Untuk diketahui, Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

BACA JUGA: Personel Duo Molek Ditangkap Polisi, Konsumsi Inex dan Sabu

Selain Vanessa Angel, polisi juga menangkap Avriellia Shaqila yang melakoni bisnis serupa. Kedua artis perempuan tersebut dibayar dengan tarif Rp 80 juta dan Rp 25 juta untuk sekali kencan. (esa)

Loading Facebook Comments ...
loading...