Tiga Kasus Jadi Sorotan Masyarakat di Muarojambi

0
Kasipidum Kejari Muarojambi, Bambang Harmoko. Foto: Doni/Serujambi.com
Kasipidum Kejari Muarojambi, Bambang Harmoko. Foto: Doni/Serujambi.com

SERUJAMBI.COM, Sengeti – Di tahun 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi berhasil menyelesaikan tiga kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas. Tiga kasus tersebut yakni, pembunuhan terhadap Indri Sofiana Putri di Kumpeh Ilir, pembunuhan pemilik Nasi Uduk di Mestong dan kasus penyerangan Mapolsek Maro Sebo.

BACA JUGACabuli Pelajar di Kuburan Mendalo, Oknum Guru Silat Dibekuk

Kasipidum Kejari Muarojambi, Bambang Harmoko mengatakan, ketiga kasus tersebut sudah mendapatkan putusan dari Pengadilan. Akan tetapi, untuk Kasus pembunuhan Indri, dengan pelaku bernama Sofyan Hadi masih melakukan banding.

“Untuk kasus pembunuhan nasi uduk, satu tersangka masih DPO,” kata Bambang.

Sementara itu, kata Bambang, untuk kasus penyerangan Mapolsek Maro Sebo dengan tersangka Anwar Sadat, sudah diputuskan dengan hukuman 8 tahun penjara. Sedangkan untuk kasus pembunuhan Indri, dengan tersangka Irwandi dihukum seumur hidup.

“Selanjutnya tersangka Devri, pembunuh pemilik nasi uduk dihukum 18 tahun penjara,” tandasnya.

Selain itu, salama tahun 2018 lalu, perkara yang diterima oleh Kejari Muarojambi sebanyak 223 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Yang sudah masuk ke penuntutan itu sebanyak 190 berkas perkara, yang sudah inkrach sebanyak 182 berkas perkara. Kemudian, yang masih melakukan upaya hukum kasasi ke MA sebanyak dua berkas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, dari total berkas perkara yang masuk sepanjang tahun 2018 tersebut, didominasi oleh Kasus penyalah gunaan narkoba. Adapun untuk tersangka rerata adalah orang yang baru belajar menggunakan narkoba.

BACA JUGALetkol Inf Widi Rahman Resmi Jabat Dandim 0415/Batanghari

“Untuk posisi kedua perkara perlindungan anak. Untuk itu, kami himbau agar orangtua khususnya untuk dapat menjaga anak-anak dengan baik agar tidak terpengaruh terhadap narkoba dan kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.(don/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...