Warga Tuding Dinkes Tak Serius Tangani Wabah DBD

0
Ilustrasi DBD. (ist)

SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Masyarakat Kota Kualatungkal saat ini resah dan bahkan sampai menuding pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat samasekali tidak serius dalam penanganan wabah Demam Berdarah Dangue (DBD) yang saat ini tengah menyerang kota mereka.

BACA JUGA : Pelaku Curanmor di Pemayung Berhasil Diringkus Polisi

“Kita warga Tungkal saat ini tengah dihantui wabah DBD, hampir setiap hari ada saja masyarakat yang dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas karena terkena demam berdarah. Baik anak-anak maupun orang dewasa, Dinkes kok terkesan kurang merespon.” Ungkap Nina, salah seorang warga ketika dimintai keterangannya.

Karena itu, lanjutnya, sangat wajar jika kemudian masyarakat pun menuding, pihak Dinkes Tanjab Barat tutup mata dan tak serius menangani wabah penyakit yang satu ini. Sebab, masih ada saja masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah, kendatipun pihak Dinkes mengklaim, telah melakukan upaya pencegahan agar wabah DBD berkurang.

“Kita inginnya ada penanganan serius dari pihak Dinkes, agar kami masyarakat tidak cemas. Soalnya ada saja masyarakat yang terkena DBD. Bahkan sampai ada yang meninggal,” ungkap Nina lagi.

Menurut warga lainnya, kebanyakan anak-anak yang banyak terkena penyakit demam berdarah ini, baik anak usia sekolah maupun yang masih di bawah usia sekolah.

“Setidaknya lakukan fogging lah atau penyuluhan. Kok diam aja,” pinta warga lainnya.

Salah seorang petugas perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kepada wartawan mengakui jika kasus penyakit DBD masih saja ditemukan. Bahkan bisa dikatakan cukup rawan.

“Ya, wabah DBD cukup rawan tejadi di daerah kita ini. Pasien yang terindikasi DBD sering kita tangani,” ungkap perawat yang minta media tak menuliskan ixentitasnya pada Senin (7/1/2019).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat dr Hj Andi Pada mengaku tidak tahu banyak soal wabah DBD di daerahnya itu.

”Tanya apa, haduh saya tidak punya datanya,” kata Andi Pada ke awak media.

Untuk diketahui, dari data Dinas Kesehatan Tanjab Barat, selama tahun 2018 kasus DBD tidak hanya terjadi di wilayah Tungkal iIir, di beberapa kecamatan lain juga divonis sebagai kecamatan rawan DBD.

BACA JUGACapaian Enam Misi Pembangunan Provinsi Jambi Meningkat

Diantaranya, Bram Itam, Betara, termasuk di beberapa wilayah ulu rawan endemis DBD. Dengan jumlah penderita terjangkit DBD mencapai 233 penderita. (Iis/yua)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: